DUMAI — Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya menuntut keandalan peralatan dan kualitas pekerjaan, tetapi juga membutuhkan tenaga teknik yang kompeten serta penerapan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) secara konsisten.
Hal tersebut menjadi perhatian Syauqy Putra, S.T., M.M., praktisi ketenagalistrikan di Kota Dumai, Riau, yang berpengalaman dalam pengelolaan pekerjaan instalasi listrik, pemeriksaan dan pengujian instalasi, serta asesmen kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.
Syauqy menjabat sebagai Direktur PT Mega Putri Graha Group sejak 2017. Dalam perannya, ia terlibat dalam pengawasan teknis jaringan distribusi tegangan rendah dan menengah, pemasangan transformator, pemeriksaan hasil pekerjaan, serta evaluasi keselamatan di lapangan.
K2 Melampaui Keselamatan Kerja
Keselamatan Ketenagalistrikan memiliki cakupan yang lebih luas daripada keselamatan dan kesehatan kerja (K3). K2 meliputi keselamatan kerja, keselamatan umum, keselamatan lingkungan, dan keselamatan instalasi tenaga listrik. Keempat aspek tersebut perlu diperhatikan dalam pembangunan, pengoperasian, dan pemanfaatan tenaga listrik.
Pada 2023, dalam pengawasan pekerjaan pemasangan transformator distribusi berkapasitas 250 kVA pada gardu portal di Kota Dumai, Syauqy menemukan sejumlah kondisi yang memerlukan pengendalian risiko, antara lain terkait alat pelindung diri, kompetensi personel, pekerjaan dekat instalasi bertegangan, pengamanan pekerjaan pada ketinggian, serta pembatasan area kerja.
Ia mengambil langkah penghentian pekerjaan dan meminta pengawas lapangan melakukan evaluasi personel, pengarahan keselamatan, pemeriksaan alat pelindung diri, serta pengisian dokumen Job Safety Analysis (JSA) sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Foto Pendukung - Saat Melaksanakan Inspeksi Kesiapan Personil dalam Pemenuhan K2
Kompetensi Tenaga Teknik Menjadi Perhatian
Sejak 2018, Syauqy juga menjalankan tugas sebagai Asesor Kompetensi Ketenagalistrikan pada LSK SKPI. Bidang asesmennya mencakup distribusi tegangan rendah dan menengah, instalasi pemanfaatan tenaga listrik, pengoperasian, pemeliharaan, serta pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik.

FOTO PENDUKUNG — Dokumentasi kegiatan asesmen Sertifikasi Kompetensi (Serkom) tenaga teknik ketenagalistrikan. Dokumentasi pribadi.
Asesmen dilakukan melalui verifikasi dokumen, wawancara teknis, pengamatan praktik, dan evaluasi bukti kompetensi. Berdasarkan perkiraannya, Syauqy telah terlibat dalam asesmen terhadap lebih dari 200 peserta. Pemahaman peserta mengenai prinsip K2 menjadi salah satu perhatian dalam penilaian kompetensi.
Pemeriksaan Instalasi dan Keandalan
Pengalaman Syauqy juga mencakup pemeriksaan dan pengujian instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah dan menengah di wilayah kerja PLN UP3 Dumai. Kegiatannya meliputi pemeriksaan sistem proteksi, pengukuran tahanan pembumian, pengujian tahanan isolasi, serta pemeriksaan fungsi peralatan instalasi listrik.
Hasil pemeriksaan digunakan untuk menyusun temuan teknis dan rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari proses pemeriksaan kelaikan instalasi. Penerapan persyaratan teknis merupakan bagian penting dari keselamatan instalasi, pengguna, dan lingkungan sekitar.
Memadukan Pengalaman Teknik dan Manajemen
Syauqy menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru pada 2016 dan Magister Manajemen di universitas yang sama pada 2024. Latar belakang pendidikan tersebut melengkapi pengalamannya dalam pengelolaan pekerjaan teknis, koordinasi tenaga kerja, dan penilaian kompetensi.
Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa profesionalisme tenaga teknik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan manusia, instalasi, dan lingkungan.